Judul: Success Story Pembangunan Jembatan Gantung Pejalan Kaki 2015-2023
Penulis: Hendarto dkk
Penerbit: Direktorat Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR
Cetakan & Tahun Terbit: Pertama/2024
Tebal buku/Halaman: 16 x 24 cm/XX+303 halaman
ISBN: 978-602-9095-38-8
Buku ini memberikan gambaran lengkap mengenai perjalanan panjang pembangunan jembatan gantung pejalan kaki di Indonesia, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dan pelajaran yang dipetik. Tidak hanya menjadi dokumentasi kesuksesan, tetapi juga menjadi inspirasi dan pedoman bagi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan di masa depan.
Buku “Success Story Pembangunan Jembatan Gantung Pejalan Kaki 2015-2023” menceritakan perjalanan panjang pembangunan jembatan gantung pejalan kaki di Indonesia, yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan jembatan gantung ini menjawab tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, lembah, gunung, dan sungai yang memisahkan banyak daerah, terutama di pedesaan yang terisolir sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas, mobilitas, serta kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota
Jembatan gantung ini dimulai pada tahun 2015 dan terus berlangsung hingga 2023. Dalam periode tersebut, Kementerian PUPR berhasil membangun 554 unit jembatan gantung dengan total panjang lebih dari 34.000 meter. Jembatan-jembatan ini tersebar di seluruh pelosok negeri, termasuk di daerah-daerah terpencil yang aksesibilitasnya sangat terbatas. Program ini tidak hanya menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terisolir, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar.
Buku ini juga mengangkat berbagai cerita sukses dari pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah Jembatan Gantung Kolelet di Banten, yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Lebak yang sebelumnya terputus oleh sungai. Dengan bentang sepanjang 132 meter, jembatan ini memudahkan warga untuk mengakses menempuh perjalanan yang jauh dan berbahaya hanya untuk menyeberangi sungai.
Selain Jembatan Kolelet, ada juga Jembatan Gantung Cihambali di Banten yang sangat dinantikan oleh warga Desa Lebak Binong. Jembatan ini berdampak signifikan pada peningkatan akses pendidikan dan ekonomi, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya harus menghadapi perjalanan berbahaya ke sekolah. Warga setempat juga menyambut baik jembatan ini karena mempersingkat waktu tempuh ke pasar dan puskesmas, sehingga mereka bisa lebih fokus pada kegiatan produktif.
Buku ini terdiri dari 6 Bab yang mengupas tentang Penyelenggaraan Jembatan Gantung Pejalan Kaki, Komponen Utama Jembatan Gantung Pejalan Kaki, Rekam Jejak Pembangunan Jembatan Gantung Pejalan Kaki, Success Story Jembatan Gantung Pejalan Kaki Tahun 2015-2023, Lessons Learned, Tantangan dan Pembelajaran dan Membangun Manusia dan Infrastruktur: Prioritas Seimbang untuk Kemajuan Bangsa.
Adapun kelebihan dari buku ini adalah tata bahasa buku ini mudah dipahami, materi yang terdapat di dalamnya juga cukup lengkap serta buku ini dilengkapi dengan foto-foto jembatan gantung yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR, yang mewakili seluruh daerah di Indonesia. Buku ini sangat bermanfaat untuk para pembaca. Tidak hanya untuk pelajar, namun juga bisa untuk umum. Buku ini sangat mudah untuk dipahami dan menjadi referensi tentang jembatan gantung di Indonesia.
Kekurangan: buku ini mempunyai sedikit kekurangan dari sisi desain/layout isi bukunya