Perencanaan Alternatif Perkuatan Timbunan pada Badan Jalan Studi Kasus: Longsoran pada Ruas Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok - Mandalika KM10+415 s.d. 10+519

Tahun Terbit
2025
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kode QR untuk membuka halaman ini di perangkat lain

Scan untuk baca online

Buka di perangkat lain Pindai kode ini untuk membaca koleksi di ponsel.

Ruas Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok – Mandalika merupakan Jalan Nasional dengan Nomor Ruas 75 050 Panjang Ruas 17,36 Km dalam kewenangan pemeliharaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Barat dan menurut fungsinya merupakan Jalan Arteri Primer. Telah terjadi longsor pada ruas jalan tersebut berada pada KM 10+415 hingga 10+519 terjadi pada bulan Februari Tahun 2023 dan terjadi pada saat hujan lebat. Diperkirakan longsor terjadi akibat proses penjenuhan tanah akibat aliran air bawah tanah dan infiltrasi air hujan sehingga kekuatan tanah berkurang. Berdasarkan kejadian longsor tersebut penulis melakukan studi kasus dan menemukan kejadian longsor pada bulan Agustus 2024 dengan penurunan sebesar 5 cm. Berdasarkan kejadian penurunan tanah pada saat studi kasus maka diusulkan alternatif perkuatan menggunakan mortar busa dengan variasi ketebalan 2m, 4m dan 6m baik menggunakan subdrain maupun tanpa subdrain. Selain itu juga diusulkan alternatif perkuatan menggunakan Rigid Inclusions berupa controlled modulus column (CMC) dengan variasi jarak kolom 2ø, 3ø dan 4ø baik menggunakan subdrain maupun tanpa subdrain. Dari kedua alternatif tersebut akan dianalisis nilai faktor keamanan dan besar penurunan. Alternatif perkuatan menggunakan mortar busa nilai SF dan penurunan yang didapat sudah memenuhi persyaratan yaitu > 1.4 dan penurunan < 2 cm. Nilai SF terkecil didapat oleh variasi tebal mortar busa 4m dengan subdrain dengan nilai 1.579 dan SF terbesar didapat oleh variasi mortar busa 6m tanpa subdrain dengan nilai 1.599. Nilai penurunan terkecil didapat oleh variasi mortar busa 6m dengan subdrain dengan nilai penurunan 0.3554 cm sedangkan nilai penurunan terbesar didapat oleh variasi mortar busa 2m tanpa subdrain dengan nilai 0.8132 cm. Nilai SF dan penurunan untuk variasi mortar busa dengan subdrain lebih kecil dari pada variasi mortar busa tanpa subdrain. Pengaruh subdrain tidak terlalu signifikan karena bidang longsor yang terbentuk tidak sampai menyentuh muka air tanah sehingga muka air tanah yang turun akibat subdrain tidak memberikan efek yang signifikan. Alternatif perkuatan menggunakan CMC variasi jarak kolom baik dengan subdrain maupun tanpa subdrain telah memenuhi persyaratan SF dan penurunan yaitu SF > 1.5 dan penurunan < 2 cm. nilai SF terkecil yaitu 1.583 didapat oleh perkuatan CMC 3ø tanpa subdrain dan SF terbesar yaitu 1.601 didapat oleh perkuatan CMC 2ø dengan subdrain. Sedangkan penurunan terkecil yaitu 1.202 cm didapat oleh perkuatan CMC 4ø tanpa subdrain dan penurunan terbesar yaitu 1.656 cm didapat oleh perkuatan CMC 2ø tanpa subdrain hal ini terjadi karena dengan jarak kolom lebih kecil maka berat CMC juga semakin besar sehingga membebani tanah. Nilai Stress Reduction Ratio (SRR) terkecil didapat oleh perkuatan CMC 3ø dengan subdrain dengan nilai 0.13 dan SRR terbesar didapat oleh perkuatan CMC 3ø tanpa subdrain dengan nilai 0.51. Untuk file lengkap dapat menghubungi admin perpustakaan.

Bagikan
  • 70 dikunjungi
  • 0 dibaca
  • 1 diunduh

Informasi lengkap

Judul
Perencanaan Alternatif Perkuatan Timbunan pada Badan Jalan Studi Kasus: Longsoran pada Ruas Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok - Mandalika KM10+415 s.d. 10+519
Tahun Terbit
2025
Lokasi Penerbitan
Surabaya
ISBN
—
Kode Pustaka
PUSAT-5307
Kode Panggil
Koleksi Tesis
Kode Klasifikasi
—
Bahasa
Indonesia
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kolasi
xxiv, 183hlm.
Judul Seri
—
Edisi
—
Sumber
—

Ikhtisar

Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.

Komentar

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menanggapi. Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Masuk untuk berkomentar

Buku Terkait

Terkait dan sejenis berdasarkan relevansi dan subjek