Metode Ekskavasi, Sistem Penyangga dan Kestabilan Portal Terowongan Pengelak pada Bendungan Pasir Kopo di Kabupaten Lebak, Studi Kasus : Perubahan Desain Penampang

Pengarang
Tahun Terbit
2025
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kode QR untuk membuka halaman ini di perangkat lain

Scan untuk baca online

Buka di perangkat lain Pindai kode ini untuk membaca koleksi di ponsel.

Bendungan Pasir Kopo terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten lebak, Provinsi Banten. Bendungan Pasir Kopo merupakan bendungan tipe urugan yang di tunjang dengan dua unit terowongan pengelak berdiameter 4 meter untuk mengalirkan aliran Sungai Cisimeut selama proses konstruksi. Terdapat beberapa kekurangan dari dua unit terowongan secara umum yaitu biaya konstruksi dan operasi yang lebih tinggi, sulit untuk memprediksi deformasi, displacement yang lebih besar, fitur geologi seperti fault dan dyke dapat mempersulit permodelan perilaku batuan dan meningkatkan risiko runtuh. Sehingga untuk mengatasi kekurangan dari dua unit terowongan, maka pada penelitian ini akan dilakukan desain ulang menjadi satu unit terowongan pengelak dan tentu dengan melakukan perhitungan penampang terowongan pengelak. Penelitian ini akan melakukan penyelidikan geologi teknik pada perencanaan terowongan tersebut. Analisis kualitas massa batuan menggunakan Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989) dan Japan Society of Civil Engineers (JSCE, 2016) untuk menentukan metode penggalian dan sistem penyangga terowongan. Analisis stabilitas portal inlet terowongan akan dilakukan pada penelitian ini. Hasil penelitian geologi teknik lokasi penelitian adalah satuan geomorfologi punggungan aliran piroklastik berlereng agak curam. Satuan litologi terdiri dari batupasir tufan, perselingan lapili tuf dan tuf, dan breksi tuf yang terbentuk pada kala pliosen. Arah utama yang membentuk struktur geologi daerah penelitian yaitu NNW – SSE. Elevasi muka air tanah berada di atas elevasi terowongan. Satuan tuf lapili memiliki tingkat pelapukan yang bervariasi dari ringan hingga lapuk sangat tinggi dan telah menjadi residual soil pada bagian permukaan, sedangkan satuan breksi tuf memiliki tingkat pelapukan segar hingga tinggi. Hasil penilaian berdasarkan RMR, kualitas massa batuan di sepanjang terowongan bervariasi, terdiri dari satuan tuf lapili berkualitas sangat buruk, tuf lapili berkualitas buruk, breksi tuf berkualitas sedang, breksi tuf berkualitas baik, dan breksi tuf berkualitas sangat baik. Percepatan gempa pada batuan dasar di lokasi penelitian berkisar antara 0,4 – 0,5g. Diameter terowongan pengelak yang digunakan adalah 5 meter. Metode ekskavasi yang digunakan adalah top heading dan bench setiap 1,2 meter dan pemasangan penyangga setiap 10 meter dari face. Sistem penyangga yang digunakan adalah rock bolt dengan panjang 5 meter, dipasang berjarak 1 - 1,5 meter pada crown dan dinding, dipasang setiap 1,2 meter arah memanjang, wire mesh pada crown dan dinding, shotcrete tebal 15 cm, pemasangan steel ribs H-125 jarak 1,2 meter. Lereng galian portal inlet terowongan berada pada kondisi stabil baik ditinjau tanpa beban gempa (SF 3,004 - 3,009 >1,5) dan ditinjau dari beban gempa (SF 1,945 - 1,958 >1,1) SNI 8460:2017 sehingga desain dari perencanaan dapat diaplikasikan. Untuk mendapatkan file lengkap dapat menghubungi admin perpustakaan.

Bagikan
  • 90 dikunjungi
  • 0 dibaca
  • 0 diunduh

Informasi lengkap

Judul
Metode Ekskavasi, Sistem Penyangga dan Kestabilan Portal Terowongan Pengelak pada Bendungan Pasir Kopo di Kabupaten Lebak, Studi Kasus : Perubahan Desain Penampang
Penulis
Tahun Terbit
2025
Lokasi Penerbitan
Yogyakarta
ISBN
—
Kode Pustaka
PUSAT-4526
Kode Panggil
Koleksi Tesis
Kode Klasifikasi
—
Bahasa
Indonesia
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kolasi
xiv, 225hlm.
Judul Seri
—
Edisi
—
Sumber
—

Ikhtisar

Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.

Komentar

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menanggapi. Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Masuk untuk berkomentar

Buku Terkait

Terkait dan sejenis berdasarkan relevansi dan subjek