Evaluasi Mekanisme Fatik Jembatan Bentang Panjang Balanced Cantilever pada Jembatan Kereta Cepat

Tahun Terbit
2025
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kode QR untuk membuka halaman ini di perangkat lain

Scan untuk baca online

Buka di perangkat lain Pindai kode ini untuk membaca koleksi di ponsel.

Evaluasi fatik pada jembatan beton bertulang bentang panjang yang digunakan dalam infrastruktur kereta cepat di Indonesia masih tergolong minim dan belum menjadi fokus utama dalam praktik rekayasa saat ini. Sebagian besar penilaian kondisi struktur lebih berorientasi pada kekuatan statik dan pemenuhan batas ultimit, tanpa mempertimbangkan efek akumulasi beban berulang akibat kereta berkecepatan tinggi yang frekuensinya tinggi dan bersifat dinamis. Padahal, jembatan bentang panjang pada lintas kereta cepat memiliki karakteristik getaran dan siklus pembebanan yang berpotensi mempercepat kerusakan akibat fatik, khususnya pada elemen-elemen struktural seperti tulangan dan beton di daerah tegangan tinggi. Ketiadaan regulasi nasional yang secara khusus mengatur evaluasi fatik pada sistem ini, serta terbatasnya studi numerik dan eksperimental yang relevan, menjadi kendala utama dalam menjamin keandalan jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan evaluasi fatik yang sistematis, berbasis standar internasional seperti Eurocode atau Chinacode, serta pengembangan pedoman nasional yang dapat menjawab tantangan khusus dari sistem perkeretaapian cepat di Indonesia. Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menghubungkan Kota Jakarta Start Point Halim Perdanakusuma Station – dan Kota Bandung End Point Tegal Luar Station. Pada pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) terdapat Jembatan yang memiliki bentang 128 meter. Jembatan ini merupakan ikon pertumbuhan tenologi, investasi, dan ekonomi bagi Republik Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah China, yang diproyeksikan mendukung percepatan mobilisasi masyarakat dari Kota Jakarta menuju Kota Bandung. Dengan demikian diperlukan suatu evaluasi yang memperhitungkan kondisi jembatan dalam masa layan agar menahan pembebanan yang bersifat dinamis dan berulang. Salah satu evaluasi yang dilakukan dengan evaluasi fatik terhadap elemen beton, prategang, serta tulangan, jembatan bentang panjang. Metode penelitian akan diawali dengan pemodelan jembatan dengan Software Midas Civil 2022. Untuk evaluasi fatik, akan dilakukan pembebanan yang bervariasi dengan Europe Standard, dan Chinese Standard. Output yang diambil dari pengolahan Midas Civil berupa rentang tegangan dari berbagai variasi pembebanan berdasarkan variasi standard code. Data tersebut kemudian akan diolah untuk mendapatkan umur kritis suatu section jembatan dan siklus tahanan nominal fatik. Hasil akhir penelitian adalah mendapatkan kondisi kritis elemen beton, prategang, dan tulangan, terduga fatik dan umur fatik baja prategang dalam bentuk jumlah siklus maupun nominal tahun, yang diharapkan masih sesuai dengan umur layan jembatan sebesar yaitu 100 tahun, sehingga dapat disimpulkan kerusakan fatik tidak terjadi selama masa layan. Untuk file lengkap dapat menghubungi admin perpustakaan.

Bagikan
  • 69 dikunjungi
  • 0 dibaca
  • 0 diunduh

Informasi lengkap

Judul
Evaluasi Mekanisme Fatik Jembatan Bentang Panjang Balanced Cantilever pada Jembatan Kereta Cepat
Tahun Terbit
2025
Lokasi Penerbitan
Bandung
ISBN
—
Kode Pustaka
PUSAT-5322
Kode Panggil
Koleksi Tesis
Kode Klasifikasi
—
Bahasa
Indonesia
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kolasi
xix, 145hlm.
Judul Seri
—
Edisi
—
Sumber
—

Ikhtisar

Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.

Komentar

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menanggapi. Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Masuk untuk berkomentar

Buku Terkait

Terkait dan sejenis berdasarkan relevansi dan subjek