Evaluasi Kondisi Geologi Teknik Terowongan dan Kestabilan Lereng Portal Terowongan Suplesi Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh
- Pengarang
- Rizky Wahyu Utama
- Penerbit
- Universitas Gadjah Mada
- Tahun Terbit
- 2025
- Lokasi Simpan
- Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Scan untuk baca online
Terowongan suplesi Bendungan Rukoh merupakan terowongan yang dibangun untuk mengarahkan air dari Sungai Krueng Inong menuju ke genangan utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi geologi teknik, desain sistem penyangga terowongan, dan kestabilan lereng portal outlet dengan mempertimbangkan kehadiran mineral mengembang. Penelitian terdahulu belum mempertimbangkan kehadiran mineral ini sebagai parameter masukan dalam analisisnya. Banyak kasus di dunia yang menemui permasalahan serius ketika mineral mengembang hadir, seperti terganggunya stabilitas sistem penyangga dalam kurun waktu yang lama akibat tekanan mengembang. Metode analisis X-ray diffraction (XRD), uji free swelling ratio (FSR), dan swelling pressure digunakan untuk mengetahui derajat mengembang mineral tersebut. Pemetaan geologi, identifikasi muka air tanah, karakterisasi batuan inti, dan pengujian laboratorium lainnya ditujukan untuk menentukan kualitas massa batuan dan desain sistem penyangga berdasarkan klasifikasi Q-system (Barton dkk., 1974). Analisis numerik juga dilakukan untuk mengevaluasi desain sistem penyangga dan kestabilan portal outletnya. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa terowongan tersusun oleh batulempung karbonatan, yang secara fisik dapat dibedakan menjadi batulempung masif (MR) dan hancur (CR). Kehadiran montmorillonit pada kedua jenis batuan mampu menghasilkan derajat mengembang yang tinggi hingga sangat tinggi ketika diuji dengan metode FSR. Pengujian lain berdasarkan SNI 6424-2008 menunjukkan bahwa batuan memiliki nilai swelling ratio berkisar 7,84 - 10,51%, dan swelling pressure sebesar 108 - 146 kPa yang dikategorikan sebagai swelling pressure tipe sedang. Pengaruh struktur geologi di daerah penelitian cukup intensif, dengan ditemukannya sesar turun, sesar naik, dan lipatan. Diskontinuitas yang ditemukan pada umumnya memiliki 3 set, rapat, dan lurus. Muka air tanah pada umumnya berada di bawah elevasi terowongan. Aktif dan dekatnya daerah penelitian dengan patahan aktif (< 10 km), memerlukan analisis beban gempa menggunakan metode deterministik dengan evaluasi spesifik situs. Hasil analisis menunjukkan nilai percepatan tanah puncak (PGA) sebesar 0,66 g (Nuraulia, 2023). Hasil karakterisasi dari kondisi-kondisi tersebut, menunjukkan bahwa terowongan memiliki kualitas massa batuan extremely poor dan exceptionally poor berdasarkan Q-system. Untuk itu, diperlukan sistem penyangga kategori 5 untuk massa batuan dengan kualitas extremely poor dan kategori 7 untuk kualitas exceptionally poor. Hasil analisis balik numerik gambar Detailed Engineering Design (DED) menunjukkan bahwa sistem penyangga tidak cukup kuat menahan beban batuan dan swelling pressure. Hal tersebut ditunjukkan dengan longsor yang kerap terjadi ketika penggalian dan deformasi pada steel ribs terpasang sebesar 17 cm. Direkomendasikan untuk memasang forepoling di atap dan dinding, serta beton invert di lantai setebal 30 cm, untuk memperkuat sistem penyangga hasil analisis empiris (kategori 5 dan 7) yang telah ditentukan. Hasil analisis maju numerik terhadap rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa total displacement dan regangan yang terjadi pada sistem penyangga masih berada dalam batas keberterimaan deformasi yang diizinkan. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem penyangga sudah cukup yang stabil dan aman, baik kondisi statis maupun pseudostatis. Hasil analisis balik pada portal outlet menunjukkan bahwa longsor besar yang pernah terjadi disebabkan oleh runtuhnya lapisan CR ketika ekskavasi tengah berlangsung. Pemasangan forepoling mampu menjaga kestabilan terowongan dan portal outlet, sehingga penggalian dapat berlangsung kembali. Analisis maju numerik menunjukkan lereng portal outlet perlu perbaikan, antara lain pembentukan lereng dengan kemiringan 1:1, pemasangan soil nailling, dan pemasangan shotcrete + wiremesh pada permukaan lereng. Untuk file lengkap dapat menghubungi admin perpustakaan.
- 152 dikunjungi
- 2 dibaca
- 8 diunduh
Informasi lengkap
- Judul
- Evaluasi Kondisi Geologi Teknik Terowongan dan Kestabilan Lereng Portal Terowongan Suplesi Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh
- Penulis
- Rizky Wahyu Utama
- Penerbit
- Universitas Gadjah Mada
- Tahun Terbit
- 2025
- Lokasi Penerbitan
- Yogyakarta
- ISBN
- —
- Kode Pustaka
- PUSAT-5310
- Kode Panggil
- Koleksi Tesis
- Kode Klasifikasi
- —
- Bahasa
- Indonesia
- Lokasi Simpan
- Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
- Kolasi
- xix, 481hlm.
- Judul Seri
- —
- Edisi
- —
- Sumber
- —
Ikhtisar
Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.



