Evaluasi Kestabilan Lereng Portal Outlet dan Deformasi di Terowongan Pengelak Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Jawa Timur

Tahun Terbit
2025
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kode QR untuk membuka halaman ini di perangkat lain

Scan untuk baca online

Buka di perangkat lain Pindai kode ini untuk membaca koleksi di ponsel.

Bendungan Bagong, yang terletak di Kabupaten Trenggalek, dilengkapi dengan saluran pengelak berbentuk terowongan tipe tapal kuda dengan diameter 4 meter dan panjang 480 meter. Meskipun investigasi geologi teknik dengan deskripsi umum telah dilakukan di lokasi Bendungan, namun stabilitas lereng portal outlet terowongan belum dianalisis secara numerik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan klasifikasi massa batuan menggunakan GSI, metode penggalian terowongan dan sistem penyangga terowongan menggunakan klasifikasi JSCE dan sistem Q serta untuk menganalisis stabilitas lereng portal outlet menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan stabilitas terowongan menggunakan Finite Element Method (FEM) dengan software RS 2, dengan atau tanpa beban gempa. Penilaian inti bor dilakukan untuk mengetahui kualitas massa batuan pada lintasan terowongan. Sifat fisik dan mekanis batuan utuh dari sampel inti bor diperoleh melalui pengujian laboratorium. Lapisan batuan bawah permukaan yang ada di terowongan pengelak bendungan Bagong terdiri dari breksi andesit dari fair hingga good, sisipan lempung dari poor hingga good, dan kemudian batugamping kualitas poor. Area terowongan berada pada satuan breksi andesit dari fair hingga good. Lereng portal inlet maupun outlet berada pada kondisi stabil pada kemiringan lereng 45° baik dalam kondisi tanpa beban gempa maupun dengan beban gempa. Metode penggalian pada daerah penelitian secara umum menggunakan metode full face untuk kualitas massa batuan baik dan metode benching untuk kualitas massa batuan buruk. Berdasarkan JSCE, kelas batuan B menggunakan metode full face (BH 3, BH 10), sedangkan kelas batuan C I dan C II menggunakan metode benching (BH 9, BH 11). Sistem penyangga berdasarkan JSCE dengan kelas terburuk, yaitu: kelas batuan C II : baut batuan panjang 4 m dengan spasi 1,2 m (atap-dinding); penyangga baja H-150, beton semprot 15 cm; lining 40 cm (atap-dinding), lantai kerja 45 cm sedangkan Q-system memerlukan perkuatan berupa beton semprot tipe fiber-reinforced dengan ketebalan 90 mm serta baut batuan dengan spasi 2,5 m dan panjang 2,2 m. Hasil analisis menunjukkan total displacement berdasarkan skenario JSCE: 0,000001 – 0,006370 m dan skenario Q-system 0,000064 – 0,016282 m. Untuk file lengkap dapat menghubungi admin perpustakaan.

Bagikan
  • 69 dikunjungi
  • 1 dibaca
  • 1 diunduh

Informasi lengkap

Judul
Evaluasi Kestabilan Lereng Portal Outlet dan Deformasi di Terowongan Pengelak Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Jawa Timur
Tahun Terbit
2025
Lokasi Penerbitan
Yogyakarta
ISBN
—
Kode Pustaka
PUSAT-5315
Kode Panggil
Koleksi Tesis
Kode Klasifikasi
—
Bahasa
Indonesia
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kolasi
xiv, 168hlm.
Judul Seri
—
Edisi
—
Sumber
—

Ikhtisar

Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.

Komentar

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menanggapi. Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Masuk untuk berkomentar

Buku Terkait

Terkait dan sejenis berdasarkan relevansi dan subjek