Analisis Kestabilan Terowongan Pengelak Bendungan Riam Jiwa Provinsi Kaimantan Selatan Menggunakan Metode Elemen Hingga

Pengarang
Tahun Terbit
2025
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kode QR untuk membuka halaman ini di perangkat lain

Scan untuk baca online

Buka di perangkat lain Pindai kode ini untuk membaca koleksi di ponsel.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 - 2024, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki target percepatan pembangunan infrastruktur khususnya bidang Sumber Daya Air salah satunya adalah pembangunan bendungan. Bendungan Riam Kiwa berlokasi di Desa Angkipih, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Terowongan pengelak merupakan bangunan pelengkap yang menunjang pembangunan bendungan utama. Pada pembangunan Bendungan Riam Kiwa, terowongan pengelak memiliki desain perencanaan berbentuk D-Shaped sepanjang 425 m memiliki diameter 5 m dan tinggi 6 m. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas massa batuan permukaan dan bawah permukaan pada area Bendungan Riam Kiwa serta menganalisis kestabilan terowongan pengelak pada saat pelaksanaan pengisian awal (impounding) waduk. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi penyelidikan dan pemetaan geologi, analisis kualitas massa batuan menggunakan metode Geological Strength Index (GSI) dan analisis kestabilan terowongan menggunakan Finite Element Method (FEM) dengan bantuan perangkat lunak Rocscience Phase2 8.0. Daerah penelitian memiliki kondisi geologi teknik yang meliputi 3 satuan geomorfologi yaitu satuan dataran aluvial, satuan perbukitan sisa gunung api berlereng agak curam, dan satuan perbukitan struktural berlereng curam dengan persebaran masing-masing sebesar 6%, 34% dan 60%. Satuan litologi terdiri dari dari satuan lava andesit, satuan batupasir dan satuan endapan pasir kerikilan, selain itu ditemukan juga keberadaan kekar dan sesar pada daerah penelitian. Analisis kualitas massa batuan permukaan dan bawah permukaan (trase terowongan) terdiri dari batupasir kualitas sedang (GSI >45 - 60) dan lava andesit kualitas baik (GSI >60 - 75). Hasil analisis kestabilan terowongan pengelak menggunakan metode elemen hingga pada area inlet dan area dekat maindam saat pengisian awal (impounding) waduk menunjukkan nilai total displacement yang terjadi masih di bawah nilai total displacement yang diijinkan yaitu maksimum 0,6 mm pada area inlet dan 0,9 mm pada area maindam, sehingga aktivitas pengisian waduk tidak memengaruhi kestabilan terowongan pengelak Bendungan Riam Kiwa. Untuk file lengkap dapat menghubungi admin perpustakaan.

Bagikan
  • 81 dikunjungi
  • 0 dibaca
  • 0 diunduh

Informasi lengkap

Judul
Analisis Kestabilan Terowongan Pengelak Bendungan Riam Jiwa Provinsi Kaimantan Selatan Menggunakan Metode Elemen Hingga
Penulis
Tahun Terbit
2025
Lokasi Penerbitan
Yogyakarta
ISBN
—
Kode Pustaka
PUSAT-5299
Kode Panggil
Koleksi Tesis
Kode Klasifikasi
—
Bahasa
Indonesia
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kolasi
xvi, 153hlm.
Judul Seri
—
Edisi
—
Sumber
—

Ikhtisar

Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.

Komentar

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menanggapi. Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Masuk untuk berkomentar

Buku Terkait

Terkait dan sejenis berdasarkan relevansi dan subjek