Analisa Stabilitas Lereng pada Kondisi Siklus Pembasahan dan Pengeringan di Area Ruas Jalan Nasional (Studi Kasus : Penanganan Longsoran Batas Pidie/Aceh Besar - Batas Kota Sigli)

Pengarang
Tahun Terbit
2025
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kode QR untuk membuka halaman ini di perangkat lain

Scan untuk baca online

Buka di perangkat lain Pindai kode ini untuk membaca koleksi di ponsel.

Ruas Jalan Nasional Bts. Pidie/Aceh Besar – Bts. Kota Sigli Sta. 0+500 s.d 0+750 berada di Kabupaten Pidie yang beriklim tropis sehingga mengalami pembasahan pada musim hujan dan pengeringan pada musim kemarau akibat perubahan cuaca di sepanjang tahun. Peristiwa longsor yang terjadi pada puncak musim penghujan tahun 2023 didahului oleh fluktuasi curah hujan yang signifikan pada bulan – bulan sebelumnya. Longsoran berbentuk U-shape/tapal kuda sepanjang lebih kurang 60 meter dengan kedalaman bidang longsor mencapai lebih kurang 20,5 meter. Laporan hasil penyelidikan tanah menunjukkan, lapisan tanah 0 - 5 meter berupa lapisan lempung dan lempung lanau berpasir dengan plastisitas sedang, kekakuan sangat lunak hingga sedang serta kadar air sedang hingga tinggi. Derajat kejenuhan (Sr) berkisar antara 53,71 – 83,97% yang menunjukkan kondisi tak jenuh zona dua fase/transisi. Sudut geser (φ) antara 5,146 – 8,714 °, kohesi (c) antara 0,040 – 0,499 kg/cm2 dan kuat tekan (Qu) berkisar antara 0,552 – 1,91 kg/cm2 . Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh cuaca pada perubahan parameter fisik dan mekanis tanah serta pengaruhnya terhadap kestabilan lereng ruas jalan tersebut. Sampel yang akan diuji diambil dari lokasi longsor. Pengujian di laboratorium meliputi pengujian parameter fisik, parameter mekanik serta pengeringan dan pembasahan (dry-wetting). Proses pembasahan dilakukan dengan cara menambahkan kadar air dari kondisi awal (wi) sampai kondisi kadar air jenuh (wsat), variasi penambahan kadar air sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100% dari selisih kondisi kadar air. Sedangkan proses pengeringan dilakukan dengan cara mengurangi kadar air dari kondisi awal (wi) sampai kondisi kadar air kering (wdry), variasi pengurangan kadar air sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100% dari selisih kadar air. Hasil pengujian pembasahan – pengeringan menunjukkan peningkatan berat volume kering (γd) sebesar 2,28% diikuti oleh penurunan angka pori (e) sebesar 4,43% dari siklus 1 ke siklus 2, penurunan kuat tekan bebas (qu) sebesar 22,70 %, dan penurunan tegangan air pori negatif (-uW) sebesar -53,14%. Selanjutnya, dari hasil analisis kestabilan lereng diperoleh pada kondisi inisial nilai FS sebesar 1,38, sedangkan pada kondisi setelah pengeringan dan pembasahan, lereng sudah dalam keadaan runtuh (FS

Bagikan
  • 79 dikunjungi
  • 1 dibaca
  • 3 diunduh

Informasi lengkap

Judul
Analisa Stabilitas Lereng pada Kondisi Siklus Pembasahan dan Pengeringan di Area Ruas Jalan Nasional (Studi Kasus : Penanganan Longsoran Batas Pidie/Aceh Besar - Batas Kota Sigli)
Penulis
Tahun Terbit
2025
Lokasi Penerbitan
Surabaya
ISBN
—
Kode Pustaka
PUSAT-5324
Kode Panggil
Koleksi Tesis
Kode Klasifikasi
—
Bahasa
Indonesia
Lokasi Simpan
Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Kolasi
xx, 89hlm.
Judul Seri
—
Edisi
—
Sumber
—

Ikhtisar

Ikhtisar koleksi ini belum tersedia.

Komentar

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menanggapi. Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Masuk untuk berkomentar

Buku Terkait

Terkait dan sejenis berdasarkan relevansi dan subjek